Translate

Selasa, 24 September 2013

Pertumbuhan Basidiomycota



Perkembangan dan pertumbuhan Basidiomycota dapat dibedakan dalam beberapa fase tumbuh, yaitu :
1. SPORA :
Kumpulan spora jamur tiram berwarna putih atau kekuningan, dengan ukuran 8-11 µm x 4-5 µm. spora berfungsi sebagai alat perkembangbiakan sekaligus sebagai alat pertahanan (survival) terhadap kondisi lingkungan yang tidak mendukung untuk tumbuh. Dalam kondisi ini spora akan membentuk skapsul dan bertahan hidup dalam kondisi minimal. Apabila kondisi lingkungan sudah memadai untuk tumbuh, spora akan berkecambah.
2.HIFA :
fase pertumbuhan hifa dimulai dari spora berkecambah yang akan membentuk benang-benang berwarna hialin sampai putih. Benang-benang ini akan memanjang dan menjulur ke seluruh media tumbuh sebagai alat untuk mengambil makanan pada substrat.
3.MISELIA :
fase pertumbuhan hifa yang intensif terjadi dalam keadaan pertumbuhan hifa yang memanjang dan bercabang serta saling silang/tumpang tindih memenuhi seluruh bagian media tumbuh sehingga membentuk massa seperti benang kusut atau tumpukan kapas sehingga seluruh media tumbuh berwarna putih seperti ditutupi salju.
4.PRIMORDIA :
fase tumbuh dimana kumpulan miselia yang bersilangan membentuk simpul-simpul kemudian membentuk gumpalan kecil yang terdiri dari kumpulan miselia yang kemudian berkembang menjadi tubuh buah dengan diameter tubuh buah sekitar 1 mm.
5.TUBUH BUAH :
Fase tumbuh di mana primordial tumbuh dan berkembang membesar sehingga terlihat bagian-bagian tubuh buah seperti tudung dan tangkai yang terletak tidak di tengah tudung. Fase tumbuh berikutnya adalah pendewasaan di mana jamur akan menghasilkan spora, spora luruh, diikuti tudung jamur layu, pada jamur tiram memakan waktu 3-5 hari sejak terbentuk primordial.

Siklus Hidup Basidiomycota
Tahapan dalam siklus hidup Basidiomycota dapat dijelaskan melalui gambar di bawah ini.
Gambar 17 : Siklus reproduksi pada Basidiomycota
   Fase aseksual Basidiomycota ditandai dengan pembentukan konidium, sedangkan fase seksualnya ditandai dengan membentuk basidiospora. Spora pada konidium maupun basidiospora pada kondisi yang sesuai tumbuh membentuk hifa bersekat melintang yang berinti satu (monokariotik). Selanjutnya , hifa akan tumbuh membentuk miselium. Di antara hifa ada yang berjenis (+) dan ada yang (-). Jika hifa (+) dan hifa (-) bertemu, bersentuhan, maka dinding sel yang membatasi keduanya akan melebur, sehingga terbentuk saluran sel. Hifanya kemudian menjadi berinti dua (dikariotik). Sel hifa dikariotik terus tumbuh menjadi miselium. Dari miselium ini muncul tubuh buah (basidiocarp). Tubuh buah akan membentuk basidium. Di dalam basidium, inti yang mula-mula dua buah (masing-masing haploid) melebur menjadi satu inti diploid. Inti diploid akan membelah secara meiosis dan menghasilkan 4 basidiospora haploid. Demikian seterusnya daur hidup berulang l

Tidak ada komentar:

Posting Komentar